Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 22 Maret 2009

Membuat Filter Penjernih Air

Aneka Ide Kreatif, kali ini mengajak anda yang mempunyai masalah dengan air kotor untuk membuat Filter Penjernih Air. Filter yang akan kita buat dikhususkan untuk mengolah air sumur atau air resapan yang kotor agar bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis dan sudah dipraktekkan dengan hasil yang memuaskan. Diakhir topik Membuat Filter Penjernih Air ini diberikan cara menginstalasi filter yang digabung dengan peralatan lain seperti pompa, tangki penampung dll. sehingga tercipta sebuah Mini Water Treathment (MWT)yang bekerja secara otomatis.
dikatakan otomatis karena MWT setiap saat bekerja menghasilkan air bersih bagi kebutuhan anda sehari-hari tanpa campur tangan anda sedikitpun(kecuali pembersihan filternya yang dikerjakan 1 bulan sekali atau lebih tergantung tingkat kekeruhan air yang diolah). Nah ikuti terus petunjuk cara membuatnya

Bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut ( Gb.1 s/d Gb.5) :





Keterangan gambar



Gb. 1 : Cup End / tutup pralon 4 inchi ( dibutuhkan 3 buah )
Gb. 2 : Pipa pralon diameter 4 inchi, panjang 70cm (diperlukan 3 batang)

Gb. 3 : Tutup Pralon berulir 4 inchi (diperlukan 3 buah)

Gb. 4 : Pipa pralon 3/4 inchi
Gb. 5 : Konektor pralon 3/4 inchi 6 buah

Berikut ini langkah-langkah kerja merakit alat2 diatas sampai menjadi sebuah filter:

Langkah-langkah pekerjaan :

  1. Siapkan bahan-bahan seperti yang diilustrasikan dalam Gb.6. Ambil satu batang pipa pralon 4" panjang 70cm(Gb.2), salah satu ujungnya ditutup dengan cup end (Gb.1) . yaitu dengan cara direkatkan menggunakan lem PVC. Usahakan keduanya merekat kuat agar nantinya tidak bocor.


  2. Ujung yang lain ditutup dengan tutup pralon berulir(Gb. 3). Tutup ini dipilih dari yang berulir dimaksudkan agar bisa dibuka dan ditutup tempat untuk memasukkan media filter


  3. Selanjutnya perhatikan gambar 7, kita akan memasang konektor pralon(Gb. 5) pada titik warna merah seperti yang ditunjukkan oleh gambar 7. Caranya buat lubang pada titik yang ditunjuk dengan diameter sesuai dengan diameter konektor yang akan dipasang. Lubang tidak boleh longgar agar konektor dapat merekat kuat pada body filter dan tidak bocor


  4. Setelah langkah 1 s/d langkah 3 selesai maka 1 buah filter (gambar 9) telah selesai kita buat. Filter yang diperlukan ada 3 buah, sehingga kita perlu membuat 2 buah lagi. Filter tersebut agar mudah dikenali kita beri label dengan nama Filter A, Filter B dan Filter C


  5. Tiga buah Filter tersebut dirangkai menjadi seperti gambar 10 berikut ini :

Filter A dengan Filter B dan Filter B dengan Filter C dihubungkan dengan pralon 3/4 inchi (Gb.4) melalui konektor(Gb.5)













Mengisi filter dengan media filter.

Media filter yang akan kita pakai adalah : Ijuk, Pasir silika, Kerikil Zeolit dan karbon Aktif :



  1. Pertama-tama buka semua cover filter, semua filter baik filter A,B maupun C dasarnya diisi dengan ijuk sampai setinggi 15 cm


  2. Diatas ijuk filter A diisi dengan pasir silika sampai +/- 15cm dibawah permukaan atas


  3. Diatas ijuk filter B diisi dengan Zeolit sampai setinggi +/- 15 cm dibawah permukaan atas


  4. Diatas ijuk filter C diisi dengan Karbon Aktif dari arang batok kelapa sampai +/- 15cm dibawah permukaan atas


  5. Paling atas semua filter diisi dengan ijuk lagi sampai penuh


  6. Tutup semua filter rapat-rapat
Dengan demikian filter penjernih air selesai kita buat dan siap dioperasikan

Prinsip kerja Filter yang kita buat :
Air yang kita olah diumpankan ke filter A yang berisi pasir sebagai media filternya, Pasir berfungsi untuk menahan agar partikel-partikel besar tidak lolos masuk ke Filter B. Zeolit yang ada di Filter B bertugas mengikat kandungan logam yang ada dalam air, sedangkan Filter C yang diisi Karbon Aktif berfungsi menghilangkan bau dan warna. Keluar dari Filter C air sudah jernih dan siap dipakai

Pengoperasian Filter :

Air yang diumpankan ke filter sebaiknya dari bak penampung air kotor. Air dimasukkan ke Filter A ( yang berisi pasir silika ), air yang sudah bersih keluar dari Filter C, air yg sudah jernih ini bisa langsung dipakai atau ditampung dalam penampung bak air bersih.
Bila filter jenuh bisa di cuci(back wash) memakai air yang berasal dari output filter C. Indikasi bahwa filter sudah kotor adalah aliran air yang keluar sudah tidak deras. Cara backwash: masukkan air bersih ke output filter C melalui pompa dan buang air kotor yang keluar dari input Filter A, biarkan aliran balik ini dilakukan sampai air yang keluar benar-benar bersih. Filter siap beoperasi kembali



AUTOMATIK MINI WATER TREATHMENT ( MWT )


Setelah Filter kita buat tentu kita ingin mendapatkan air jernih itu dengan cara yang mudah, setiap saat tersedia dan bila perlu tanpa campur tangan kita seperti halnya kalau kita berlangganan PAM. Apakah itu mungkin ? mari kita coba membuatnya

Gambar dibawah ini adalah Automatik Mini Water treathment yang terpasang di rumah penulis sendiri




Keterangan Gambar 11


  • V1, V2, V3, V4, V5 = Globe Valve ( Stop kran )

  • T1, T2, T3 = Bak penampung air

  • P1, P2, P3 = Pompa air

  • F1 = Filter Penjernih air

  • S1, S2 = Switch on/off digerakkan oleh level air dalam bak

  • S3 = Switch on/off yang digerakkan aliran air

  • GWH = Gas Water Heater

  • C1 = Control valve, stop kran yang digerakkan oleh pelampung

Prinsip kerja MWT:

  • Posisikan Buka untuk stop kran : V1, V4, V5

  • Posisikan Tutup untuk stop kran : V2, V3

  • Mula-mula T1 kosong dan karenanya S1 close, kondisi ini menyebabkan P1 start. P1 memompa air dari sumur, setelah T1 penuh S1 open dan karenanya P1 stop

  • Air kotor dari T1 secara grafitasi akan turun ke T2 setelah melalui F1 yaitu setelah melalui proses penjernihan oleh F1

  • Bila T2 sudah penuh, C1 akan menutup aliran air yang ke T2

  • Air di T2 oleh P2 akan dipompa ke T3 dan bila T3 sudah penuh S2 open, P2 stop

  • Air dari T3 diidstribusikan ke pemakaian secara grafitasi melalui Outlet1 dan Outlet2

Penggunaan Air Panas GWH:

  • Tidak ada yang istimewa dalam penggunaan air panas disini, anda tinggal membuka kran air panas yang ada di Outlet2, air panas akan terpancar deras dengan sendirinya
  • Bekerjanya adalah sebagai berikut: ketika kran air panas di outlet2 dibuka, air secara grafitasi akan turun melalui pompa P3, S3, GWH. Ketika air melewati S3, air menendang saklar S3, hal ini menyebabkan S3 close dan P3 running/start. Bila kran Outlet2 ditutup aliran terhenti dan S3 open, P3 stop
  • P3 diperlukan karena GWH memerl;ukan tekanan agak tinggi untuk bisa aktif
  • P3 bisa dihilangkan dengan meninggikan letak T3 sampai tekanan cukup dapat mengaktifkan GWH

Oleh karena pemakaian, T3 akan turun, bila mencapai titik terendah P2 akan start dan stop kembali bila sudah penuh, demikian juga T1, apabila T1 rendah P1 akan start dan stop bila penuh, sedangkan T2 kondisinya akan selalu penuh karena dikontrol oleh C1

Cara Back Wash:
Bila dipakai terus menerus filter F1 akan jenuh. Kejenuhan F1 ditandai dengan aliran yang ke T2 kecil tidak seperti biasanya, untuk itu F1 perlu dicuci/di backwash agar MWT tetap bekerja prima, caranya adalah sebagai berikut:

  • Tutup Valve2 berikut: V1, V4, V5

  • Buka Valve2 berikut: V2, V3

  • Start Pompa P2, biarkan air kotor keluar dari Filter F1 melalui V2 dan buang air kotor tersebut

  • Setelah air yang keluar dari V2 bersih, stop pompa P2 dan kembalikan ke posisi normal valve - valve V1 s/d V5 yaitu V1,V4, V5 posisi open, V2,V3 close

Dengan demikian pembuatan MWT sudah selesai, bila membutuhkan informasi lebih lanjut dapat sms ke 081329445678